Rabu, 02 Juni 2010

Perjalanan karir Ayumi Hamasaki tidaklah mudah(Universitas Surabaya Kampus Hijau)

Tahukah Anda bahwa ternyata seorang penyanyi setenar Ayumi Hamasaki tidaklah semudah itu menyandang namanya setenar saat ini. Semua itu ternyata dilalui dari perjalanan yang sangat panjang. Hari ini baru saja saya membaca artikel mengenai dirinya dan membuatku kagum ternyata kesuksesan yang diraihnya sekarang ternyata melalui perjalanan yang panjang selama 15 tahun.
Seorang wanita yang kuat dalam menjalani hidup dimana terkadang masih banyak orang menyerah dengan mudahnya atas kehidupan yang dialami sekarang. Jatuh bangun yang dialami seorang seperti Ayumi Hamasaki membuatnya akhirnya menjadi seorang idola yang dikenal oleh banyak kalangan.
dibawah ini sedikit artikel mengenai Ayumi Hamasaki pada masa kecilnya:

Lahir di prefektur Fukuoka, Ayumi Hamasaki dibesarkan oleh ibu dan neneknya. Ayahnya meninggalkan keluarga saat ia masih berusia tiga tahun dan tidak pernah berhubungan lagi dengannya Karena ibunya bekerja untuk menopang keluarga, Ayumi terutama diasuh oleh neneknya.
Saat berusia tujuh tahun, Hamasaki mulai menjadi model pada institusi lokal, seperti bank, untuk menambah penghasilan keluarganya. Ia meneruskan jalur kariernya dengan meninggalkan keluarganya pada umur empat belas tahun dan pindah ke Tokyo sebagai model di bawah agen bakat, SOS. Karier modelingnya tidak berlangsung lama; SOS mengganggapnya terlalu pendek dan memindahkannya ke Sun Music, suatu agen musisi. Di bawah nama "Ayumi", Hamasaki merilis album rap, Nothing from Nothing, pada label Nippon Columbia. Ia dikeluarkan dari label itu karena album itu gagal meraih tangga lagu di Oricon. Setelah kegagalan ini, Hamasaki mulai berakting dan membintangi film B seperti Ladys Ladys!! Soucho Saigo no Hi dan drama televisi Jepang seperti Miseinen, yang kurang mendapat sambutan masyarakat. Karena semakin tidak puas dengan pekerjaannya, Ayumi meninggalkan akting dan tinggal dengan ibunya, yang baru saja pindah ke Tokyo.[4]
Awalnya, Hamasaki adalah murid yang baik, mendapat nilai yang bagus di sekolah menengah di Jepang. Akhirnya, ia hilang kepercayaan pada kurikulum itu, berpikir bahwa bidang-bidang yang diajarkan tidak berguna baginya. Nilainya memburuk karena ia menolak untuk memperhatikan pelajaran. Saat berada di Tokyo, ia mencoba melanjutkan studinya di Horikoshi Gakuen, sekolah menengah atas untukkesenian namun keluar di tahun pertama. Karena Ayumi tidak bersekolah, ia menghabiskan banyak waktunya dengan berbelanja di butik diShibuya dan berdansa di klub disko milik Avex, Velfarre
Di Velfarre, Ayumi diperkenalkan pada orang yang nanti menjadi produsernya, Max Matsuura, lewat seorang teman. Setelah mendengarkan Ayumi bernyanyi karaoke, Matsuura menawarinya kesepakatan rekaman, namun Ayumi mengira adanya maksud tersembunyi dan ia pun menolak tawaran itu. Matsuura terus berusaha dan berhasil merekrut Ayumi untuk label Avex tahun berikutnya. Ayumi mulai berlatih vokal, namun melewatkan banyak kelas setelah mendapati instrukturnya terlalu kaku dan kelasnya menjemukan Saat ia mengakui hal ini pada Matsuura, ia mengirim Ayumi ke New York untuk melatih vokalnya dengan metode lain. Selama di luar negeri, Ayumi sering surat-menyurat dengan Matsuura dan membuat Matsuura terkesan dengan gaya tulisannya. Saat kembali ke Jepang, Matsuura menyarankan Ayumi untuk menulis lirik lagunya sendiri

*SEMOGA DAPAT MENJADI SEMANGAT UNTUK MENJALANI HIDUP INI LEBIH BAIK LAGI*

1 komentar:

Universitas Surabaya Kampus Hijau

 
Increase Page Rank


Pasang Iklan Gratis